Info Sekolah
Minggu, 21 Jun 2026
  • Selamat Datang di Website Resmi SDIT Smart Cendekia Karanganom Klaten
  • Selamat Datang di Website Resmi SDIT Smart Cendekia Karanganom Klaten
15 Juni 2026

Akhirussanah: Bukan Sekadar Perpisahan, Sebelas Tahun Menorehkan Jejak, Mengantarkan Generasi Menuju Mimpi

Sen, 15 Juni 2026 Dibaca 35x Berita

Minggu pagi, 14 Juni 2026, suasana haru dan bahagia menyatu di Gedung IPHI Karanganom. Deretan senyum para siswa kelas VI, tatapan bangga para orang tua, serta langkah-langkah penuh keyakinan menuju panggung wisuda menjadi saksi sebuah perjalanan yang tidak singkat. Hari itu, keluarga besar SDIT Smart Cendekia menyelenggarakan Akhirussanah Kelas VI Angkatan XI Tahun Ajaran 2025/2026, sebuah momentum istimewa untuk melepas generasi yang telah menuntaskan satu fase penting dalam perjalanan pendidikannya.

Acara diawali dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Fatkhan Athallah Alfarisi. Suara tilawah yang merdu menghadirkan ketenangan sekaligus pengingat bahwa setiap langkah pendidikan selalu berpijak pada nilai-nilai keislaman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, memohon keberkahan bagi seluruh siswa yang akan melanjutkan perjalanan menuju jenjang berikutnya.

Suasana semakin khidmat saat lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT dikumandangkan oleh Esmaci Voice, menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari sekolah Islam yang berkomitmen melahirkan generasi berkarakter.

Rangkaian sambutan kemudian disampaikan oleh berbagai tokoh yang hadir. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Ustadzah Winda Kurniati, dilanjutkan Ketua Yayasan, Ustadz Harjito, Pengawas, Bapak Sidiq Anshori. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, para siswa diingatkan bahwa keberhasilan hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang, doa orang tua, dedikasi guru, dan kerja keras mereka sendiri.

Sebelum memasuki prosesi utama, para tamu undangan disuguhkan penampilan dari siswa kelas 1A yang menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat. Penampilan tersebut menjadi simbol estafet perjalanan pendidikan—bahwa selalu ada generasi yang melanjutkan langkah dan meneruskan semangat belajar.

Puncak acara pun tiba. Satu per satu siswa kelas VI melangkah menuju panggung dalam prosesi wisuda, menerima penghargaan atas perjalanan belajar yang telah mereka tempuh selama enam tahun. Di balik senyum yang terukir, tersimpan perjuangan, kerja keras, doa, serta kenangan yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Nuansa haru semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Guruku”, sebuah persembahan sederhana namun penuh makna bagi para pendidik yang telah mendampingi mereka bertumbuh. Momen ini dilanjutkan dengan pidato perpisahan yang disampaikan oleh Rafka Alif Husna dan Hanifah Qotrun Nada Firdausi, yang mewakili suara seluruh siswa kelas VI. Dalam pidatonya, mereka menyampaikan rasa syukur, terima kasih, serta kenangan yang telah terukir selama menempuh pendidikan di SDIT Smart Cendekia.

Kesan dan pesan dari orang tua yang diwakili oleh Bapak Aris Zainudin turut menambah kehangatan suasana. Ucapan terima kasih kepada para guru dan sekolah menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga.

Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, petuah bijak dari Kepala Sekolah Ustadz Hanggoro Tri Nugroho, serta persembahan terakhir dari siswa kelas VI yang sukses menghadirkan suasana haru sekaligus bangga. Penampilan pantomim oleh Kevin Abrisam Reynand dan Reynand Aditya Pratama, serta lagu “Pesawat Kertas” semakin menguatkan pesan bahwa setiap anak memiliki mimpi yang siap diterbangkan setinggi langit.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pembacaan penghargaan bagi siswa-siswi yang menunjukkan keunggulan dalam berbagai bidang. Penghargaan Nilai Sekolah Tertinggi diraih oleh Aidan Ghozy Ul-Haq, sementara Prestasi Non Akademik diraih oleh Aldebaran Akhtar Rofa. Penghargaan Hafalan Terbanyak diberikan kepada Hanifah Qotrun Nada Firdausi, sedangkan penghargaan Hafalan 30 Juz berhasil diraih oleh Aidan Ghozy Ul-Haq, Hanifah Qotrun Nada Firdausi, dan Naura Auni.

Selain penghargaan akademik dan tahfiz, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa dengan karakter dan potensi terbaik dalam berbagai kategori seperti Terkompetitif, Paling Suka Cerita, Paling Dermawan, Tersporty, Tercontent Creator, dan Terfriendly. Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang layak diapresiasi, tidak hanya dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter, bakat, dan kontribusinya selama berada di sekolah.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan kenang-kenangan yang menjadi simbol rasa syukur dan penghormatan atas perjalanan yang telah dilalui bersama. Momen ini menjadi penanda bahwa meskipun masa belajar di SDIT Smart Cendekia telah usai, ikatan kekeluargaan dan nilai-nilai yang ditanamkan akan tetap hidup dalam diri setiap siswa.

Akhirussanah bukan sekadar seremoni kelulusan. Ia adalah perayaan atas proses, perjuangan, dan pertumbuhan. Ia adalah titik temu antara kenangan dan harapan. Di hari itu, para siswa tidak hanya menutup satu bab perjalanan, tetapi juga membuka lembaran baru menuju masa depan yang lebih luas.

 

Karena sejatinya, pendidikan bukan tentang seberapa jauh seseorang melangkah, melainkan tentang nilai-nilai yang dibawa dalam setiap langkahnya. Dan dari panggung Akhirussanah Angkatan XI ini, SDIT Smart Cendekia kembali melepas generasi yang siap terbang tinggi membawa ilmu, akhlak, dan mimpi-mimpi terbaik mereka menuju masa depan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar