Jumat pagi, 29 Mei 2026, halaman SDIT Smart
Cendekia terasa berbeda. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana sekolah dipenuhi gema
takbir, senyum hangat, dan langkah-langkah penuh kepedulian. Udara pagi yang
sejuk berpadu dengan semangat kebersamaan yang begitu terasa di setiap sudut
sekolah. Untuk pertama kalinya, kegiatan “Esmaci Berkurban” resmi
diselenggarakan sebagai wujud ibadah, rasa syukur, sekaligus upaya menanamkan
nilai kepedulian sosial kepada seluruh keluarga besar sekolah.
Pelaksanaan perdana ini menjadi momen bersejarah
yang disambut dengan penuh antusias. Sebanyak 4 ekor kambing disembelih sebagai
hewan kurban. Adapun shohibul qurban yang turut berpartisipasi dalam kegiatan
mulia ini adalah Ustadzah Nia Nur Insani, Puger Naufal Fathurrachman (2A),
Alila Az Zahra (1B), dan Achmad Raffiandra Arsenio (4A). Melalui hewan kurban
yang dititipkan, tersampaikan pula pesan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan
cinta kepada sesama. Tidak hanya menjadi bentuk ibadah, kurban juga menjadi
simbol kepedulian sosial yang diwujudkan melalui aksi nyata berbagi kepada masyarakat.
Meski baru pertama kali diadakan, “Esmaci
Berkurban” berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Tidak hanya
keluarga besar SDIT Smart Cendekia yang terlibat, warga sekitar pun turut
membantu proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.
Tangan-tangan yang bekerja bersama, suasana yang penuh keakraban, hingga
kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa kurban bukan
hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menyatukan hati.
Kebersamaan terasa begitu hangat selama kegiatan
berlangsung. Para guru hingga masyarakat saling bahu-membahu agar seluruh
rangkaian acara berjalan lancar. Suasana penuh kekeluargaan terlihat dari
senyum yang saling dibagikan, obrolan ringan di sela kegiatan, hingga semangat
untuk membantu tanpa diminta. Nilai gotong royong inilah yang menjadi salah
satu makna paling berharga dalam pelaksanaan “Esmaci Berkurban” tahun ini.
Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran berharga
bagi para siswa. Mereka diajak untuk memahami makna berbagi, keikhlasan, dan
pentingnya membantu sesama. Melalui pengalaman melihat secara langsung proses
kurban, para siswa belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari
menerima, tetapi juga dari memberi. Di balik setiap proses yang berlangsung,
tersimpan nilai ukhuwah Islamiyah yang begitu kuat—bahwa kepedulian terhadap
sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, “Esmaci
Berkurban” diharapkan dapat menjadi awal dari tradisi kebaikan yang terus tumbuh
di lingkungan SDIT Smart Cendekia. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa
nilai-nilai keislaman tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga
dipraktikkan dalam kehidupan nyata melalui sikap peduli, berbagi, dan saling
membantu.
Sebagai pelaksanaan perdana, “Esmaci Berkurban”
meninggalkan kesan hangat dan penuh makna. Bukan hanya tentang empat ekor
kambing yang disembelih, tetapi tentang lahirnya semangat baru untuk mempererat
ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.
Karena sejatinya, kurban bukan tentang seberapa
banyak yang diberikan, melainkan seberapa tulus hati yang mengikhlaskan.
Tinggalkan Komentar