Pada
era digital yang bergerak begitu cepat, anak-anak tidak cukup hanya menjadi
pengguna teknologi. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk memahami, mengelola,
bahkan menciptakan teknologi secara bijak dan kreatif. Semangat inilah yang
menjadi landasan pelaksanaan kegiatan Smart Tech Creator: Pembekalan Literasi
Digital Kelas VI yang diselenggarakan pada Rabu,
3 Juni 2026 di Lembaga Kursus
dan Pelatihan Kembar.
Kegiatan yang diikuti
oleh seluruh siswa kelas VI SDIT Smart Cendekia
ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan peserta didik
menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya mengenal teknologi sebagai alat
hiburan, siswa diajak untuk memahami bagaimana teknologi bekerja dan bagaimana
mereka dapat menjadi bagian dari generasi pencipta inovasi.
Sejak tiba di lokasi,
para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang telah
disiapkan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Unplugged
Coding, yaitu pembelajaran konsep pemrograman tanpa menggunakan
komputer. Melalui berbagai permainan dan aktivitas logika, siswa belajar
tentang pola berpikir sistematis, penyelesaian masalah, serta pentingnya
menyusun langkah-langkah secara terstruktur. Dari kegiatan ini, mereka memahami
bahwa coding bukan hanya tentang mengetik kode di layar komputer, tetapi juga
tentang melatih cara berpikir yang runtut, kritis, dan solutif.
Petualangan belajar
kemudian berlanjut pada sesi Coding Scratch. Pada
kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan platform pemrograman visual yang
memungkinkan mereka membuat animasi, cerita interaktif, dan permainan
sederhana. Dengan menyusun blok-blok perintah secara kreatif, mereka belajar
bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi karya digital yang menarik. Tidak
sedikit siswa yang tampak bersemangat ketika animasi atau program yang mereka
buat berhasil berjalan sesuai perintah. Dari pengalaman ini, mereka belajar
bahwa kreativitas dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan yang tak kalah
menarik adalah sesi Robotik. Dalam sesi ini,
siswa diajak mengenal dasar-dasar teknologi robot serta cara kerja perangkat
yang dapat bergerak dan merespons perintah tertentu. Mata para siswa berbinar
saat melihat bagaimana sebuah robot dapat bergerak sesuai instruksi yang
diberikan. Lebih dari sekadar melihat teknologi canggih, mereka belajar tentang
pentingnya ketelitian, kerja sama, serta proses berpikir logis dalam menciptakan
sebuah inovasi. Sesi ini juga membuka wawasan bahwa teknologi yang mereka
gunakan setiap hari lahir dari proses belajar, eksperimen, dan kerja keras para
inovator.
Sepanjang kegiatan
berlangsung, suasana belajar terasa hidup dan penuh antusiasme. Pertanyaan demi
pertanyaan muncul dari rasa ingin tahu siswa yang semakin besar. Mereka tidak
hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif mencoba, mengamati, dan
mempraktikkan langsung setiap materi yang diberikan. Pengalaman ini memberikan
gambaran nyata bahwa belajar teknologi dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan
sekaligus menantang.
Melalui kegiatan Smart
Tech Creator, SDIT Smart Cendekia
ingin menanamkan pemahaman bahwa literasi digital bukan hanya kemampuan
menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis,
kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Di tengah perkembangan
teknologi yang semakin pesat, siswa perlu dipersiapkan untuk menjadi generasi
yang tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu berkontribusi
di dalamnya.
Karena pada akhirnya,
masa depan tidak hanya dimiliki oleh mereka yang mampu menggunakan teknologi,
tetapi juga oleh mereka yang berani berinovasi, menciptakan solusi, dan
menghadirkan perubahan. Dan melalui langkah-langkah kecil di kelas literasi
digital ini, para siswa sedang memulai perjalanan mereka untuk menjadi pencipta
masa depan
Tinggalkan Komentar